Sabtu, 26 Juli 2014

July's playlist


saat saya blogging eh nemu blog yang ingetin sama lagunya letto yang ini, saya cari aja liriknya dan ternyata pas banget sama kondisi saya saat ini, saya suka sekali sama kalimat "kalau kau ingin berhenti, ingat tuk memulai lagi" dalam liriknya. 

buat kamu yang masih sering jatuh, masih sering tetiba down, gak apa-apa. saya pernah baca sebuah buku yang disitu penulisnya bilang "tidak apa-apa kamu lebih lambat dari yang lain, asal kamu tidak memutuskan untuk berhenti" . Bertahan dan tetaplah kita mengusahakan yang terbaik, selama kita masih diberi kehidupan sama Allah maka saat itu juga Allah ngasih kita kesempatan untuk memperbaiki hidup kita. BERTAHAN DAN MOVE ON :).

# Letto - Sampai Nanti, Sampai Mati



kalau kau pernah takut mati, sama
kalau kau pernah patah hati, aku juga iya
dan seringkali sial datang dan pergi
tanpa permisi kepadamu suasana hati
tak peduli

kalau kau kejar mimpimu, selalu
kalau kau ingin berhenti, ingat tuk mulai lagi
tetap semangat dan teguhkan hati
di setiap hari sampai nanti, sampai mati

kadang memang cinta yang terbagi, kadang memang
seringkali mimpi tak terpenuhi, seringkali

tetap semangat dan teguhkan hati
di setiap hari sampai nanti
tetap melangkah dan keraskan hati
di setiap hari sampai, sampai mati
sampai mati

Salam Pemimpi,



Jelata

Minggu, 20 Juli 2014

The Sweetest One

ada harta berharga yang tidak punya nilai mata uang, 
sebuah harta yang jika kehilangannya 
kau pun akan kehilangan hidupmu sendiri, 
harta itulah yang kusebut keluarga 
- Jelata -

ini tentang dimana Allah mempertemukan saya dengan seorang malaikat, ini tentang dimana saya menemukan superhero yang sebenarnya, tentang dimana saya benar-benar merasa menjadi seorang Putri dari Raja dan Ratu yang baik hati dan merasa dilindungi oleh 3 orang saudara saya yang kesemuanya adalah Pangeran . love you all

hhe.. terkesan begitu sempurna sekali. sebenarnya tidak ! tidak sesempurna itu, tidak ada yang sempurna selain Tuhan bukan ? :).
-------------------------||

bagi orang seperti saya, pulang ke rumah sudah cukup mendefinisikan bahagia  - [Jelata]
saya tinggal di sebuah rumah kayu (red: bukan istana), tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, saya lebih suka menyebutnya sederhana. di dalam rumah saya tinggal bersama 5 orang lainnya. Ayah yang biasa saya sebut Abah, ibu yang lebih suka saya panggil Mama, seorang kakak laki-laki dan dua orang adik laki-laki. Yap, saya adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluarga
Abah adalah laki-laki yang paling menyayangiku di dunia ini. orang yang tidak henti-hentinya bersabar atas tingkahku yang tidak selalu membuat beliau senang. baik burukku abah sangat tau, tapi beliau lebih memilih tetap menyayangiku. abah bukan tipe orang yang suka mengeluh dan lebih memilih banyak melakukan, beliau pekerja keras dan suka berinovasi, terkadang juga terlihat begitu santai. tidak suka memperumit suatu masalah dan tegas sekali terhadap apa yang beliau yakini benar. tapi di balik semua itu dalam diamnya aku tau bahwa abah sangat menyayangi anak-anaknya dalam semua baik-buruknya. bagiku abah adalah laki-laki paling tulus di dunia ini
Mama, satu-satunya perempuan di dunia ini yang paling perhatian padaku. orang yang juga tidak henti-hentinya bersabar atas tingkahku yang tidak selalu membuat beliau senang. baik burukku Mama sangat tau, tapi beliau lebih memilih tetap menyayangiku. Mama adalah pencemas berat, sedikit saja anaknya pulang telat dari biasanya maka handphone anak-anaknya pasti berdering dan terdengar suara atau pesan singkat dari sebrang sana "kamu dimana nak ?" itulah Mama saya :*. Mama juga seorang ibu rumah tangga yang masakannya super sedaaap :D #pada gak kepikiran mau makan di resto deh

Kakak, seorang laki-laki yang darinya aku merasa menjadi adik yang beruntung. yap, dia adalah penjaga untuk semua adik-adiknya terlebih aku, adik perempuannya satu-satunya. dia bukan orang yang mudah ditebak, cukup pekerrja keras, misterius dan yang terpenting adalah dia kebanggan keluarga. iya, dia benar-benar kebanggan. kadang dia bersikap agak konyol dengan wajah yang tetap cool.. haha mengingat nya saja sudah membuatku tertawa

Adik, adalah seorang anak laki-laki yang terpaut 3 tahun lebih muda dari saya, seorang anak laki-laki yang tegar, penurut, pengertian, dan visioner. kehidupan kami membuat jiwanya lebih dewasa dari umurnya, dia adalah adik yang sangat care pada kakak-adiknya, banyak hal yang memang tidak sejalan antara pikiran saya dan pikirannya, sikap beranjak dewasanya memang tidak sepenuhnya tenggelam oleh jalan kehidupan kami, tentu itu sangat wajar. tapi dia tetap menjadi adik yang sangat saya banggakan, inspirasi besar untuk saya ada dalam dirinya

Dede, si bungsu di keluarga kami. anak kecil kelas 2 sd yang sangat hyperaktif, unik dan pinter :), si kecil ini adalah penyemarak dalam keluarga, sikap gak bisa diamnya kadang bikin gemes.

over all, I love my family

                                                                                                           ||......................................

kami ber-4 dibesarkan oleh tangan seorang penjahit, iya abah dan mama saya hanya seorang penjahit peci yang usahanya lebih sering kembang kempis, abah bilang jaman sekarang sudah terlalu banyak saingan, banyak orang yang sudah mengandalkan desain komputer untuk menjahit peci, sementara abah mengerjakan semuanya manual, ditambah lagi dengan harga benang dan kain yang kian naik tapi tidak bisa menaikkan harga jual peci, ini sungguh semakin menyulitkan keluarga kami, meski begitu dengan dibantu mama, abah tetap mempertahankan kualitas produksinya, saya memang punya orang tua yang HEBAT

"saya bangga dengan orang tua saya, dengan pekerjaan mereka dan semua hal tentang mereka"

kami bukan keluarga kerajaan yang hidup berkelebihan harta, kesederhanaan hidup adalah teman baik yang diberikan Allah untuk kami, teman yang membuat kami mampu mengamati, dam mempelajari hidup lebih mendalam, hal yang juga membuat kebersamaan adalah segalanya hingga kami selalu punya Alasan untuk tetap bersyukur pada Allah swt :').


Minggu, 06 Juli 2014

Relakan !!

ada rindu yang masih belum selesai, 
ada hati yang masih mengambang, 
tapi luka yang kau buat menganga lagi 
menciptakan keberanian yang besar untukku berkata. 
Relakanlah !! - Jelata

ini untuk hal yang kedua kalinya, mungkin juga lebih, untuk luka yang kesekian kalinya kau buat padaku --aku akan mundur-- apa itu kabar buruk untukmu ? atau kau merasa biasa-biasa saja ketika aku memutuskan mundur ? untuk pertanyaan seperti inipun aku tidak ingin tau lagi apa jawabanmu

sebelumnya, aku memang terlalu polos. berjuang sendiri seperti berjalan di atas air, tentu saja aku jatuh dan basah. lalu disebrang sana kamu bilang "aku tidak bisa berbuat apa-apa". bukankah kamu sebenarnya bisa membuatkan sampan kecil untukku ? untuk kita ?

parahnya, kepolosan ini ku ulangi berkali-kali, aku tidak pernah bosan mempercayaimu, berjuang untuk kita, tapi ternyata arah kita berbeda. kamu menyerah untuk mempercayai kita, menerima apa adanya hidupmu dengan hati yang lain dan mengorbankan hatimu, juga hatiku. sedangkan aku, aku berfikir bahwa soal hati, Tuhan memberi kita pilihan yang bisa kita tentukan sendiri.. berjuang untuk kehalalannya atau diabaikan dan ketika itu aku lebih memilih berjuang

untuk kesekian kalinya pula, aku ingin tetap percaya bahwa kamu memang menyayangiku. aku tetap ingin berbaiksangka untukmu, untuk apapun yang terjadi dengan kita, bahkan untuk luka yang kau buat aku tetap ingin menjadi perempuan yang baik karena mungkin disana kamu menghadapi kondisi yang serba salah

meskipun bagiku menyayangi itu dengan memperjuangkan sampai halal, tapi bagimu menyayangiku itu dengan membiarkanku tetap menjadi perempuan berharga, membiarkanku tetap menjadi seorang putri yang tidak boleh sembarang orang bisa menyentuhnya walaupun itu adalah kamu sendiri. terimakasih untuk kesediaan menjadi aktor hebat dalam pembelajaran hidup yang diberi Allah untukku

dan untuk hal yang sebenarnya terjadi, terimakasih sudah mau jujur dan menghentikan hati ini untuk berharap, aku percaya skenario Tuhan-lah yang terbaik, aku tidak akan merusak jalannya dengan bersikap kekanak-kanakan seperti dulu lagi. setidaknya saat ini aku mengetahui bahwa aku sudah cukup kuat, hanya karena "Aku Punya Allah"

I will be fine - Jelata

 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri