Assalamu'alaikum
kepadamu,
yang sekarang entah dimana
aku tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak mengungkapkan ini, menuliskan ini, menceritakan ini. kamu selalu menjadi tujuan atas semua kisah ini, aku ingin kamu yang tahu semuanya setelah aku bercerita pada Allah tentang semuanya, aku ingin kamu yang paling tau tentangku dibanding orang-orang yang lain, bahkan ku rasa orang laintak perlu tau, hanya kamu yang perlu tahu. kamu yang akan aku percaya atas semua kisah hidupku
pernah dengar cerita fabel tentang perlombaan lari antara si kelinci dan kura-kura ? kamu pasti tau, kisah itu terlalu familiar untuk tidak dikenali. aku bukan si kelinci yang pelari cepat nan sombong, bukan. aku juga bukan si kura-kura yang lambat tapi pekerja keras, bukan. mungkin aku lebih tepat dibilang penonton pertandingan lari antara si kura-kura dan si kelinci. iya aku hanya si penonton. bertepuk tangan, hanya ingin membuat meriah pertandingan yang ada dengan tepukan tangan yang suaranya pun tenggelam oleh suara-suara lain
dari cerita singkat yang aku sebutkan itu, apa kamu sudah bisa mengira-ngira keadaanku sekarang ? sedikit ? oke, akan aku lanjutkan
aku si penonton, tak kenal siapa si kelinci juga si kura-kura, karena itu aku juga tidak tau tepuk tanganku tadi untuk siapa, anggaplah aku pendatang baru di sebuah hutan yang melihat keramaian lalu ikut di dalamnya. aku juga tidak mengenal penghuni hutan yang lain, mereka sosok-sosok baru, tapi tidak.. akulah yang baru diantara mereka
di sela-sela perlombaan, dari bisik-bisik penonton lainnya aku mengenal bagaimana si kelinci dan si kura-kura yang tengah bertanding. seperti yang telah ku sebutkan di cerita awal, si kelinci adalah pelari cepat nan sombong sedang si kura-kura.. dia lambat tapi pekerja keras. aku bukan keduanya. tapi aku si penonton. berada di pinggir lapangan memperhatikan para pejuang, mewanti-wanti diri sendiri apakah posisiku melewati batas garis untuk para penonton melihat apakah tidak, takut sekali jika sampai tertabrak para pelari (kura-kura dan kelinci)
sudah cukupkah untuk menggambarkan keadaanku sekarang disini yang sepertinya jauh sekali darimu ? rasanya belum cuku ! baik, aku lanjutkan
di tengah riuh para penonton, aku mengamati si kelinci dan si kura-kura.. mereka benar-benar berjuang meskipun dengan karakter berbeda, tapi mereka berdua adalah pejuang. hal yang tidak ku sangka adalah ketika si kelinci memutuskan untuk istirahat sejenak, mengabaikan kura-kura yang berada jauh di belakang, lalu mataku mencari jejak-jejak si kura-kura dan betapa kagumnya aku, ketika si kelinci lelah maka kura-kura 2 kali lipat lebih lelah, ketika si kelinci akhirnya memutuskan untuk beristirahat maka harusnya si kura-kurapun juga lemas tak berdaya lagi di sana, itulah pikiranku. tapi si kura-kura ? dengan wajah lelah yang tak tertolak, dengan kaki kecilnya, dengan beban di punggung yang selalu dibawa kemana-mana tetap melangkahkan kaki dengan pasti meski rasanya tak mungkin lagi. sejengkal demi sejengkal
saat itu, aku si penonton merasa takjub. pertandingan ini adalah tantangan dari si kelinci kepada penduduk hutan, jika tak ada yang berani maka hutan akan menjadi wilayah kekuasaan si kelinci, tak ada yang berani melawan kelinci, begitupun aku.. siapa yang tak kenal dengan kecepatan larinya ? tapi si kura-kura baik hati yang tinggal di pesisir menawarkan diri untuk menerima tantangan itu. semua penghuni hutan tau bahwa nasib hutan ada di antara 2 pejuang ini, jika jatuh pada kelinci maka hutan akan diobrak-abrik seenaknya olehnya jika jatuh pada kura-kura baik hati maka semuanya akan tentram tapi siapa yang tak kenal kecepatan lari si kelinci ?
tapi setelah melihat pertandingan itu, aku berkata pada diri sendiri "lihat.. lihat si kura-kura, amati wajahnya.. dia 2 kali lipat lebih lelah dari siapapun, wajahnya lesu tak terelakkan, langkahnya gemetar tapi tak pernah gentar, hanya si kura-kura yang berani menerima tantangan si kelinci. si kura-kura bukan ingin menunjukkan pada kelinci bahwa dia hebat, tidak. dia ingin menyelamatkan hutan dari si kelinci yang sombong. mulia sekali" -- takdir baik selalu jatuh pada orang yang baik, dan pertandingan di menangkan oeh si kura-kura baik hati
aku tidak perlu menceritakan bagaimana kronologis kemenangan kura-kura atas pertandingan ini kan ? kamu pasti sudah tau. sekarang, coba kamu hilangkan cerita tentang kura-kura dan si kelinci dan biarkan cerita "aku si penonton" tetap ada. bisa menebak apa yang ku alami sekarang ? bisa !! aku yakin kamu sudah bisa menebak.
- kalau belum, akan ku beri jeda untuk tulisan ini sampai kamu bisa menebaknya :') akan ku tulis kembali sampai kamu memahami mengapa keping rinduku tiba-tiba menghampirimu dengan bertubi-tubi