Selasa, 25 Februari 2014

si kumpulan kata

puisi.. satu kata yang muncul dalam pikiran ku, mereka datang dengan tiba-tiba. tapi apa yang harus kutulis ? siapa aku ? bukan seorang pujangga *jawabanteramattepat*


kamu itu kumpulan kata-kata yang sempat ku simpan, lalu ku hapus lagi. begitu juga setelahnya, rasanya.. sudah puluhan kali aku melakukan hal yang sama atas semua kata yang kamu kirimkan. kamu berbeda.

ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu, tapi semuanya terhenti ketika aku menatap layar kosong untuk menuliskan pesan singkat via handphone, aku tidak bisa mengatakan apa-apa .-

dan malam ini, aku menguang lagi.. kata-katamu kembai aku kumpulkan setelah sebelumnya sempat ku hapus. kau tau ? ada 2 rasa yang ku alami ketika pesan kata darimu sampai padaku. takut dan senang, cukup 2 rasa itu yang mewakili.

sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu, tapi apa iya ? kamu bahkan satu sosok yang awan sendiri tidak bisa menggambarkannya di atas sana, apalagi aku. ini bukan soal fisikmu tapi apakah kamu memiiki jiwa sefantasi aku ? atau setidaknya mengerti ? aku hanya khawatir meskipun aku yakin kamu memang berbeda dari yang lainnya

pada akhirnya aku hanya bisa bercerita disini, tanpa kamu tau, tanpa kamu sadari.. perempuan ini menyimpan banyak cerita yang ingin sekali di dengar olehmu.

sejak mengenalmu aku baru tau bagaimana takut dan senang bisa datang berbarengan, dan ketika aku bingung kenapa aku bisa merasakan 2 rasa itu. tidak ada sepatah katapun yang bisa menjabarkan tentang hal ini, aku hanya tengah belajar membiasakan diri untuk membiarkan 2 rasa itu ada, tapi tak juga menaruh harapan pada keduanya

kamu.. kumpuan kata yang aku kumpulkan, apa kata-kataku juga kamu kumpulkan di sana ?

Minggu, 23 Februari 2014

Part I : Pemeran Figuran

Assalamu'alaikum


kepadamu,
yang sekarang entah dimana

aku tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak mengungkapkan ini, menuliskan ini, menceritakan ini. kamu selalu menjadi tujuan atas semua kisah ini, aku ingin kamu yang tahu semuanya setelah aku bercerita pada Allah tentang semuanya, aku ingin kamu yang paling tau tentangku dibanding orang-orang yang lain, bahkan ku rasa orang laintak perlu tau, hanya kamu yang perlu tahu. kamu yang akan aku percaya atas semua kisah hidupku

pernah dengar cerita fabel tentang perlombaan lari antara si kelinci dan kura-kura ? kamu pasti tau, kisah itu terlalu familiar untuk tidak dikenali. aku bukan si kelinci yang pelari cepat nan sombong, bukan. aku juga bukan si kura-kura yang lambat tapi pekerja keras, bukan. mungkin aku lebih tepat dibilang penonton pertandingan lari antara si kura-kura dan si kelinci. iya aku hanya si penonton. bertepuk tangan, hanya ingin membuat meriah pertandingan yang ada dengan tepukan tangan yang suaranya pun tenggelam oleh suara-suara lain

dari cerita singkat yang aku sebutkan itu, apa kamu sudah bisa mengira-ngira keadaanku sekarang ? sedikit ? oke, akan aku lanjutkan

aku si penonton, tak kenal siapa si kelinci juga si kura-kura, karena itu aku juga tidak tau tepuk tanganku tadi untuk siapa, anggaplah aku pendatang baru di sebuah hutan yang melihat keramaian lalu ikut di dalamnya. aku juga tidak mengenal penghuni hutan yang lain, mereka sosok-sosok baru, tapi tidak.. akulah yang baru diantara mereka

di sela-sela perlombaan, dari bisik-bisik penonton lainnya aku mengenal bagaimana si kelinci dan si kura-kura yang tengah bertanding. seperti yang telah ku sebutkan di cerita awal, si kelinci adalah pelari cepat nan sombong sedang si kura-kura.. dia lambat tapi pekerja keras. aku bukan keduanya. tapi aku si penonton. berada di pinggir lapangan memperhatikan para pejuang, mewanti-wanti diri sendiri apakah posisiku melewati batas garis untuk para penonton melihat apakah tidak, takut sekali jika sampai tertabrak para pelari (kura-kura dan kelinci)

sudah cukupkah untuk menggambarkan keadaanku sekarang disini yang sepertinya jauh sekali darimu ? rasanya belum cuku ! baik, aku lanjutkan

di tengah riuh para penonton, aku mengamati si kelinci dan si kura-kura.. mereka benar-benar berjuang meskipun dengan karakter berbeda, tapi mereka berdua adalah pejuang. hal yang tidak ku sangka adalah ketika si kelinci memutuskan untuk istirahat sejenak, mengabaikan kura-kura yang berada jauh di belakang, lalu mataku mencari jejak-jejak si kura-kura dan betapa kagumnya aku, ketika si kelinci lelah maka kura-kura 2 kali lipat lebih lelah, ketika si kelinci akhirnya memutuskan untuk beristirahat maka harusnya si kura-kurapun juga lemas tak berdaya lagi di sana, itulah pikiranku. tapi si kura-kura ? dengan wajah lelah yang tak tertolak, dengan kaki kecilnya, dengan beban di punggung yang selalu dibawa kemana-mana tetap melangkahkan kaki dengan pasti meski rasanya tak mungkin lagi. sejengkal demi sejengkal

saat itu, aku si penonton merasa takjub. pertandingan ini adalah tantangan dari si kelinci kepada penduduk hutan, jika tak ada yang berani maka hutan akan menjadi wilayah kekuasaan si kelinci, tak ada yang berani melawan kelinci, begitupun aku.. siapa yang tak kenal dengan kecepatan larinya ? tapi si kura-kura baik hati yang tinggal di pesisir menawarkan diri untuk menerima tantangan itu. semua penghuni hutan tau bahwa nasib hutan ada di antara 2 pejuang ini, jika jatuh pada kelinci maka hutan akan diobrak-abrik seenaknya olehnya jika jatuh pada kura-kura baik hati maka semuanya akan tentram tapi siapa yang tak kenal kecepatan lari si kelinci ?

tapi setelah melihat pertandingan itu, aku berkata pada diri sendiri "lihat.. lihat si kura-kura, amati wajahnya.. dia 2 kali lipat lebih lelah dari siapapun, wajahnya lesu tak terelakkan, langkahnya gemetar tapi tak pernah gentar, hanya si kura-kura yang berani menerima tantangan si kelinci. si kura-kura bukan ingin menunjukkan pada kelinci bahwa dia hebat, tidak. dia ingin menyelamatkan hutan dari si kelinci yang sombong. mulia sekali" -- takdir baik selalu jatuh pada orang yang baik, dan pertandingan di menangkan oeh si kura-kura baik hati

aku tidak perlu menceritakan bagaimana kronologis kemenangan kura-kura atas pertandingan ini kan ? kamu pasti sudah tau. sekarang, coba kamu hilangkan cerita tentang kura-kura dan si kelinci dan biarkan cerita "aku si penonton" tetap ada. bisa menebak apa yang ku alami sekarang ? bisa !! aku yakin kamu sudah bisa menebak.

- kalau belum, akan ku beri jeda untuk tulisan ini sampai kamu bisa menebaknya :') akan ku tulis kembali sampai kamu memahami mengapa keping rinduku tiba-tiba menghampirimu dengan bertubi-tubi


Minggu, 16 Februari 2014

Jebakan H(ea/u)rt

Assalamu'alaikum wr. wb.

               *Saya senang menuliskan salam sebelum menulis, saya berharap siapapun "jika ada" yang membaca blog ini akan menyahut salam itu agar kita sama-sama saling doa satu sama lain. karena dalam salam ada doa manis yang tersimpan yang siap mengantar harapan pada Rabb yang Maha Pengasih*

pernahkah kalian mencoba mengucapkan heart dan hurt bergantian dengan intonasi yang cepat ? saya baru saja mencobanya *kurang kerjaan memang*. semakin cepat saya mengucapkan, saya tidak menemukan lagi perbedaan ucapan antara 2 kata berbeda itu.

apa mereka sodaraan ya ? kembar bisa juga , atau heart dan hurt adalah 2 teman baik ?

apakah itu jawabannya mengapa urusan hati begitu dekat dengan yang namanya Luka ? mereka teman baik, kembar atau saudara, entah.. bukan hak saya untuk menganalisis bahasa, jelas saya bukan ahlinya

saya mungkin kagum dengan seseorang, tidak tau sejak kapan... orang itu memang pantas dikagumi, bukan hanya saya yang kagum tapi banyak.. banyak orang. ini sederhana, anggaplah saya sebagai fans nya. itu saja. cukup.

suatu ketika tersiarlah kabar tentang pernikahan nya yang akan dilaksanakan tahun ini, sebentar lagi, tinggal menghitung minggu yang akan berlalu cepat. saya kaget dan... sejak detik itu saya merasa takut. Bagaimana jika suatu hari saya menyukai seseorang lalu apabila akhirnya dia bukan siapa-siapa saya, apa yang akan terjadi pada saya..

" Hati,.. bisakah kau hanya menaruh dirimu pada orang yang memang benar-benar untukku ? Tolonglah "

                 orang yang saya kagumi itu adalah seorang penulis muda, saya mengenalnya.. em maksudnya mengetahui tentangnya setelah tersiar mengenai novel pertamanya di beranda goodreads saya, saya mencari dan menemukan sinopsis buku pertamanya. tak perlu sinopsis pun saya sudah tertarik dengan penulis baru itu, karena cover novelnya 'hitam' . bagi saya hitam punya sesuatu yang berbeda walaupun saya tidak tau mengapa si penulis memilih cover hitam tapi feeling saya merasa si penulis memang berbeda

wajar kan jika saya kagum ? dia penulis, dan saya suka tulisan-tulisannya meskipun akhirnya saya gagal membaca bukunya

postingan kali ini bukan semata-mata karena dia yang saya kagumi tiba-tiba akan menikah, anggaplah itu hanya pengantar saja. saya hanya berfikir "ba-gai-ma-na jika seandainyaa--- hati saya menaruh sebagian harapan pada orang yang akhirnya bukan siapa-siapa saya ? pasti akan ada hati yang utuh yang tiba-tiba sakit disana, lalu sebagian hati saya lagi akan merasa bersalah"

apakah urusan hati memang seperti ini,.. rentan sekali membuat siapapun terjebak, dan resikonya... kita akan menyakiti seseorang yang merupakan jodoh kita untuk sakit yang ke 2 kali. Pertama ketika salah satu rusuknya diambil untuk kita lalu.. ah, semoga hati ini bisa terjaga untukmu. aku tak mungkin menyakitimu lagi, tak mungkin

ya Allah jangan biarkan saya mengenali orang yang salah, sebelum seseorang yang benar-benar akan engkau titipkan pada hamba datang. dan jagalah pula hati pria yang akan menjadi jodoh hamba, biarkan hati kami terpaut padamu dahulu sebelum bertemu hingga nanti ketika waktu itu tepat, cinta kami padaMu lah yang membuat kami bertemu. Aamiin aamiin ya rabbal'alamiin :')


 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri