Senin, 30 Juni 2014

Ada kalanya !


masa lalu yang pelik akan menjadi cerita lucu ketika kembali, 
karena itu aku rasa pelik dan lucu tak berbeda jauh 
- Jelata -

ada kalanya kita berjuang sekuat tenaga untuk melupakan sesuatu, tapi ternyata melupakan adalah cara paling hebat untuk mengingat. ada begitu banyak cerita tentang kita yang sudah bisa aku abaikan, meskipun aku tidak sehebat dirimu dalam soal peng--abai--an. aku bukan orang yang mau terjebak lagi dalam masa lalu yang sama, tapi ketika masa lalu itu kembali hadir, aku hanya ingin berfikir positif bahwa saat ini Tuhan tengah mempercayaiku untuk memperbaiki kebengkokan yang pernah terjadi, meskipun terbersit dibenakku ketakutan jika akan muncul kebengkokan baru yang juga membawa luka baru

aku sungguh tidak ingin terluka lagi, (lindungi hambamu ini ya Allah)

apa mungkin tanpa sadar kamu lebih penakut daripada aku ? rasa takut itu pula yang membuatmu sulit untuk mempercayai harapan-harapan yang mengambang. kamu.. seakan-akan berfikir bahwa harapan yang mengambang bukan hal yang patut dipercayai dan diperjuangkan. aku mengerti perasaanmu, tapi tidak selayaknya kamu mengorbankan sebuah hati untuk terluka karena ketakutanmu

untukmu, kadang aku menangis tersedu-sedu. merasa patah dan tersakiti. kalau kamu sempat menghentikan perjalanan ini karena lelah, ketahuilah bahwa aku sama lelahnya denganmu. aku ingin berhenti dan menyerah mempercayai harapan-harapan yang kau anggap tak patut diperjuangkan

saat itu aku berfikir bahwa kamu benar-benar sukses membuat ku menjadi realistis, realistis yang ternyata beda tipis dengan menyerah. saat itu aku bahkan merasa kalah terhadap diriku sendiri

jika suatu saat kamu balik bertanya padaku "kenapa tidak ada tentang kita dalam tulisan-tulisanmu ?", maka apa yang kujabarkan di atas adalah hal paling logis yang bisa aku katakan untukmu

ada kalanya aku ingin melupakan dan ada kalanya aku ingin mengingat. ku rasa tentang kita cukup disimpan dalam ruang pikiran saja tanpa perlu aku jabarkan, karena menjabarkannya pun mungkin akan membuat kita saling menjudge satu sama lain


Sabtu, 28 Juni 2014

Bertahan #Kuanggap ini balasan surat darimu

Terberkatilah mereka manusia-manusia yang merdeka—siapa saja yang telah berani melangkah dari masa lalu, bahwa memang tak seharusnya kita terus menangisi apa-apa yang telah terjadi. Terberkatilah kita yang telah jauh berjalan hingga ke titik ini—titik di mana kita hanya bicara tentang hari ini dan hari esok, sementara hari-hari yang lalu hanya sesekali kita tengok untuk kita tertawakan, untuk kemudian melaju lagi jauh ke depan dengan ritme yang lebih cepat.

Kita pernah terseok, terjatuh, juga terluka hingga tak henti-hentinya berair mata. Kita pernah ceroboh melakukan hal yang bodoh, keliru, juga melakukan begitu banyak dosa sampai-sampai merasa tak layak lagi hidup di dunia. Tapi hidup adalah perjalanan, bukan? Dan di dalam perjalanan itu memang jalan tak selamanya mulus: ada jalan menurun dan menanjak di sana, ada kelokan-kelokan biasa hingga tajam, ada cabang-cabang jalan buntu yang menipu, ada godaan-godaan untuk melupakan arah tujuan yang membuat kita hanya menikmati saja semua yang tersedia, ada cacian-cacian yang memuakkan, ada juga rasa lelah yang dengan terampil kita dramatisasi untuk kita klaim ‘aku telah berusaha sekuat mungkin’ lantas kita duduk menyerah—kita pasrah seolah-seolah ketakberdayaan yang kita rasakan adalah anugerah Tuhan yang tak tertolak. Setiap perjalanan punya dinamika masing-masing, dan kabar paling baik dari semua kenyataan ini adalah bahwa kita tidak pernah sendiri.

Meski aku tak selalu di sampingmu, bukankah Tuhan begitu dekat dan selalu ada?

Jadi bertahanlah.

Percayalah bahwa beban yang kini tengah kita tanggung ada dan hanya akan ada atas izin-Nya. Percayalah bahwa bekas-bekas luka yang pernah tercipta akan membuat kita selalu sadar bahwa kita memang manusia biasa, sekaligus menjadi pengingat dan pelecut semangat kita bahwa perjuangan—apapun bentuk dan tujuannya—selalu membutuhkan pengorbanan. Yakinlah bahwa segala bentuk ketertekanan yang kini tengah menderamu, adalah cara Tuhan untuk membuatmu lebih kuat—memaksamu meangoptimalkan semua potensi yang ada karena tiap kita punya benih untuk menjadi hebat. Tiap kita punya kesempatan untuk menjadi juara.


-- *** -- 

apa yang tertulis di atas adalah tulisan dari seorang penulis dalam blog pribadinya, saya juga sudah melampirkan link blognya jika teman-teman ingin menyelam dalam dunia mayanya. saya tidak tau untuk siapa si penulis menuliskan itu semua, yang jelas bukan untuk saya :D

tapi biarkanlah saya menganggap tulisan ini adalah balasan dari surat-surat saya yang pernah ditulis untuk seseorang di masa depan saya, dan kata-kata di atas.. anggaplah seseorang dimasa depan saya yang menuliskannya

saya memang seringkali bertanya.. apakah ia juga menulis hal yang sama untuk saya, apakah dia juga memikirkan saya. sudah banyak sekali surat yang saya tulis dan inilah satu balasan surat yang akan menjawab semua surat yang saya tulis sejak dulu padanya

ketika menemukan tulisan dengan judul asli "Bertahan" dari blog seorang penulis, saya benar-benar merasa bahwa seseorang di masa depan saya memang ingin menyampaikan hal itu pada saya. sebuah surat dengan nada kasihan dan khawatir tapi ingin menguatkan saya karena percaya bahwa saya mampu, saya bisa. orang yang selalu berfikir bahwa perempuannya ini tentu akan bersikap dewasa untuk menghadapi apapun

aku yakin, kamu adalah sosok laki-laki yang memang hebat. orang yang mungkin sudah melewati lebih banyak luka daripada aku, orang yang mungkin sudah melewati banyak kekecewaan di banding aku, orang yang mungkin sudah banyak melewati tekanan lebih daripada aku

hal yang lebih itu pula yang membuatmu menjelma menjadi sosok laki-laki yang pasti sangat dicintai Allah, sosok laki-laki yang hebat, dan ketika aku berkata seperti ini kamu akan berkata "kamu berlebihan, aku bahkan terlalu biasa saja" entah dari mana aku bisa berfikir kamu akan seperti itu, mungkin sejenis intuisi atau telapati atas takdir yang memang diciptakan untuk kita

ketahuilah, bahwa aku menyayangimu lebih dari yang kamu tau, aku mencarimu sebelum kamu berfikir untuk mencariku, dan aku mencintaimu sejak aku percaya bahwa ada nama pria baik-baik yang tercantum di sebelah namaku di sebuah buku takdir milik Allah, dan aku yakin apa yang Allah berikan itu yang terbaik, kamu yang terbaik untukku nanti

dan kamu benar. Allah selalu ada bersama kita "itulah kabar paling bahagianya"

aku janji, aku akan lebih tegar dalam belajar tentang kehidupan. terimakasih untuk surat ini, terimakasih untuk pengertianmu dan kesediaan untuk menjadi pembaca terbaik dari surat-suratku. jangan khawatir, aku akan baik-baik saja pria baik :') salam untuk ayah ibu ya. selamat menunaikan ibadah puasa untukmu dan keluarga



Kamis, 12 Juni 2014

#1 : Your princess is come back

kamu :
Apa kabar ?                (kupikir kamu marah)
kemana saja ?             (kupikir kamu makin marah)
kamu baik-baik saja kan ?       (kurasa tidak, kamu.. mengkhawatirkanku)

Aku :
Aku baik,
tidak kemana-mana
fine, thanks :')

kamu :
aku senang ketika kamu bilang akan belajar menjadi "pemaaf ulung" untuk siapapun. tapi bisakah untuk tidak mencoba-coba menjadi pembohong ulung dihadapanku ? (kata-kata yang membuat 'aku' tersentak)

Aku : 
nothing to stay, just standing

kamu :
(tersenyum manis, masih sama manisnya ketika surat-surat usang terdahulu masih terkirim rutin)
bagaimanapun, kamu tetap tidak terlihat baik-baik saja. bisakah aku menjadi sumber tumpahnya ceritamu seperti biasa ? apa ada yang meragukan dariku ? (ucapmu membuat rasaku luluh)

Aku : 
Tidak ada, aku hanya terlalu takut (lalu menangis)

------**------
 
Assalamu'alaikum wr. wb.

aku tidak tau dari mana inspirasi semua percakapan di atas, kata-katanya menyeruak saja seketika. padahal kita (aku dan kamu) ketemu pun belum pernah, saling tahupun tidak, bahkan -mungkin- tak pernah saling sapa, tidak tau kamu dimana dan kamupun tidak tau di belahan bumi mana aku sekarang kan ?

aku hanya berfikir,
kamu, iya kamu. jodohku kelak
adalah seseorang yang paling bisa memahamiku dan membuatku kembali menjadi seorang perempuan yang utuh dengan bahagia

kamu, iya kamu. jodohku kelak 
adalah seseorang yang tidak pernah bosan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak terlalu penting apapun dalam hidupku bagi orang lain

kamu, iya kamu. jodohku kelak
seseorang yang kelebihannya menutupi kekuranganku, dan lebih ku untuk membuatmu menjadi pria yang utuh dengan bahagia

yang dengan mu, aku selalu punya alasan untuk saling membagi bahagia

==>

belakangan ini aku memang dalam kodisi yang tidak terlalu baik-baik saja, sepertinya banyak yang lupa kusyukuri. aku teledor. kamu masih suka dengan perempuan ini ?. Lama sekali memang tidak menulis surat untukmu lagi, tapi jujur saja rindu untukmu selalu ada dan ketika rindu aku sering melemparnya ke langit, berharap kamu sedang melihat langit yang sedang ku titipi rindu tanpa perlu pak pos angin yang menyampaikannya seperti biasa

aku memang salah, tidak memberitahumu dulu bahwa rindu itu kusampaikan dengan cara berbeda. kamu pasti cukup menunggu lama dan berjuang sendiri disana. aku teledor, kamu masih suka dengan perempuan ini ?. aku benar-benar minta maaf

,,,untuk surat yang ku jadikan surat #1 lagi, bolehkah aku tidak banyak bercerita ? bukan, bukan karena ada yang kuragukan darimu untuk menyimpan cerita ku, aku hanya tidak ingin menjadi orang yang terlalu banyak mengeluh lalu lupa melihat sisi hidupku yang lain yang patut aku syukuri.
 
kamu berhak mendapatkan seorang istri yang kuat untuk membersamaimu menjalani hidup yang tidak selalu mudah ini, dan aku harus belajar dari sekarang agar aku bisa menjadi sandaran yang kokoh untukmu kelak

meskipun kamu, akuyakin.. kamu bukan orang yang pandai menuntut ini itu untuk jodohmu sendiri. Pria baik :') . doakan aku untuk selalu mampu menemukan bahagia di sisi sempit hidupku agar aku tidak teledor lagi untuk mensyukuri apa yang ku punya saat ini, semoga Allah selalu melindungimu dan memudahkan urusanmu. titip salam untuk bapak dan ibu disana, semoga mereka sehat selalu :)


 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri