Kamis, 12 Februari 2015

Sorry, it's a mellow story

Assalamu'alaikum wr. wb.

Sepertinya sudah cukup lama saya tidak menulis disini lagi, kangen banget sih sebenernya makanya disempet-sempetin nulis sebelum berangkat kerja, untung gak ada kuliah juga harini. Saya gak tau mau ngasih judul apa di tulisan kali ini. saya cuma mau menceritakan sesuatu yang semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua

sebut saja si perempuan dengan nama "embun" si pria dengan ..pria saja deh ya. hhe,

Embun adalah gadis polos, saking keterlaluan polosnya si pria tega nyakitin dia. tapi embun bilang dia sendiri yang nyakitin dirinya, dia yang tega membiarkan hatinya membuka dinding tebal pelindung di hatinya untuk satu pria yang hanya setengah dikenalnya.

iya.. embun dan pria gak pernah ketemu, embun mensyukuri ini karena dengan jarak ini mampu meminimalisir dosa, tapi tidak dengan si pria yang awalnya terlihat tidak keberatan beberapa waktu kemudian mulai menunjukkan sifat aslinya

Oke, biar saya ceritakan sebelumnya bahwa embun adalah seorang gadis yang menolak berhubungan terlalu dekat dengan laki-laki, punya tembok yang besar dalam hati untuk menjaga kemurnian perasaanya. tapi suatu hari pria mengetuk tembok itu dan embun yang menengok dari luar jendela pun entah kenapa tanpa pikir panjang langsung membuka pintu itu.. ia mengira pangerannya datang, dan si pria juga keren sekali aktingnya. ah, seisi penduduk hati kala itu menggerutu sikap embun yang tak bijak tapi apa daya perasaan embun sudah di genggam pria, bagai barang tawanan saja

beberapa bulan semuanya berjalan baik sampai suatu ketika kejanggalan demi kejanggalan pun terungkap, cerobohnya embun masih saja percaya pada pria. hah, sekali lagi penduduk hati menggerutu bahkan beberapa sudah marah besar "bukan itu pangerannya" mungkin itulah yang disuarakan penduduk hati kala itu. tapi apa daya perasaan embun sudah digenggam pria, bagai barang tawanan saja

letak kesalahannya adalah di awal, embun membukakan tembok gerbang dengan kunci miliknya. bukankah embun sudah tau kalau itu memang pangerannya dia bisa membukanya sendiri, iya.. di dunia ini hanya ada dua kunci untuk mereka. kunci yang dipegang embun dan pangerannya.

kalian tau, ada beberapa hal yang ingin dicuri dari istana milik embun, sesuatu seperti mutiara terjernih yang akan jadi kado dalam penyambutan pangeran, seisi penduduk hati benar-benar ingin embunnya sadar. jika kado itu berhasil direbut.. kacau lah sudah keutuhan istana. tapi penduduk hati patut bersuka cita, pria tak berhasil mencuri itu semua.. di tengah kebingungan sempat terpikirkan oleh embun bahwa bukan seperti itu seharusnya pangerannya.. bukan, karena tiap pangeran akan melindungi dan menjaga bukan sebaliknya. ah.. ini memang janggal pikir embun kala itu

meskipun secuil perasaan embun berhasil dicuri oleh pria embun berhasil membiarkan pria keluar dari tembok istananya dengan sendirinya dan susah payah menahan diri, penduduk hatipun tak tinggal diam dan segera mengunci kembali tembok istana milik embun dengan sangat rapat. embun mereka perlu disembuhkan.. seiring berjalannya waktu tersiar kabar bahwa si pria berhasil mendapatkan mutiara berharga milik seorang gadis, tapi bagi embun semua sudah selesai. meski ada sedikit sakit yang menyelinap embun sadar betul semua sakit itu dibuat sendiri oleh kesalahannya, atau bisa jadi perasaan itu masih tercuri oleh pria.. tapi embun harus tenang karena perasaan tak berbentuk dan diri embunlah yang bisa menarik lagi perasaannya.. embun bilang, sedikit lagi semuanya akan kembali utuh padanya.

akan saya lanjutkan besok hari yaaa ... :)




 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri