Sabtu, 19 April 2014

Menjadi pemaaf ulung

Diabaikan, dikecewakan, diacuhkan,
tiga kata yang terlalu familiar dalam hidup saya

saya sudah terlalu sering berpapasan dengan ketiga kata itu, bahkan sampai taraf tak mau menyapa lagi. apa gunanya ? disapapun, hanya akan membuat hidup saya tambah buruk.. bukan sebaliknya

jika kamu sering merasa sendiri, maka saya juga.
bahkan disaat teman-temanmu ada disisimu dan saling melempar tawa satu sama lain. tapi ketika itu tawamu hambar, saya juga pernah mengalaminya

jika kamu merasa ada banyak orang yang tidak tulus denganmu, maka saya juga
bahkan saya seringkali dikecewakan oleh orang-orang yang dekat dengan saya sendiri

jika kamu merasa teman-temanmu "SAMA" seperti bayanganmu sendiri, yang tega meninggalkanmu ketika kamu berada di ruang gelap, maka saya juga
ada banyak ruang dalam hati saya yang disitu bahkan harus saya tempati tanpa bayangan saya sendiri

jika kamu merasa seperti daun yang jatuh dari pohon di tengah festival kembang api, maka saya juga.
yang suara jatuhnya pun tak didengar dan tak pernah dihiraukan orang lain

jika kamu merasa seperti boneka milik orang lain karena terlalu sering mengalah, maka saya juga.
seringkali menepi dan menangis sendiri di pojokan, mereka ? entah dimana

- Sepi.. Rasanya Sepii sekali 

Tapi kawan,
kita juga tidak boleh lupa.. betapa banyak orang yang akhirnya menjadi seseorang yang tak pernah dikira siapapun ketika mereka berani mencoba mengalahkan sisi gelap hidup mereka sendiri, ketika mereka mau mencoba dan terus mencoba untuk keluar dari sisi tergelap dari diri mereka sendiri

, sesederhana mengatakan kepada mereka yang lain dengan kalimat "Hai, Teman. apa kabar kalian hari ini ?" tak lupa dengan segores senyum hangat nan tulus. kita, tidak harus membalas segala bentuk kekecewaan, pengabaian dengan imbalan yang sama bukan ?



disayangi Tuhan jauh lebih baik, daripada di sayangi manusia se-dunia

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri