Kamis, 27 November 2014

The fire inside me

 
hai kak, saya ketemu orang mirip kamu. benar-benar mirip dan cuma satu yang membedakan. karakter kalian..

dia bilang, dia kenal saya kak tapi saya.. akan lebih logis jika dia bilang 'baru kenal'. saya gak tau harus ngomong apa, saat itu saya cuma terpikir "apa iya ? atau jangan-jangan itu kamu kak ?" saya hanya bisa menggeleng dan berkata "Tidak" dalam hati

tapi saya salah. dia kembali,

dia yang pernah mengaku kakak setelah kakak gak ada, dia yang pernah ada saat saya sedang kacau waktu kakak udah gak ada. beberapa hari yang lalu saya mencoba menyapanya sebagai seseorang yang pernah kenal, saya menanyakan kabar ibu dan nenek kakak, dia bilang beliau berdua sehat. tapi niar.. keponakan kakak yang sangat saya sukai tidak ada kabar sama sekali. saya kangen sekali sama niar kak, saya juga kangen suara mungilnya. ada apa dengan keluarga kakak ? rasanya sakit sekali saat tau keadaan keluarga kakak sedang tidak baik-baik saja, dan obrolan singkat itu.. kenapa masih membuat hati saya perih seperti tidak ingin kehilangan lagi ? siapa dia kak ??

kenapa bertemu dengannya membuat saya terlempar ke masa lalu yang tidak mengenakkan untuk diingat, membuat saya mengingat kakak dengan rasa yang sangat sakit bahkan menangis sendirian. ini "sedikit" mengganggu hati saya yang sudah pulih. but trust me, i'm stronger now. Everything is going to be alright

# p.s : ..dan buat kamu yang tiba-tiba hadir, sebenarnya aku belum cukup kuat untuk menyapamu seperti kemarin. tapi aku tau, aku tidak bisa terus-terusan menghindar, takut atau semacamnya. aku harus menghadapimu dan meyakinkan diriku bahwa aku memang benar-benar sudah lebih kuat dari sebelumnya. dan ya aku bisa !!


#2 : I'm so sorry

Assalamu'alaikum wr. wb

apa kabar ? apa kabar pula calon keluargaku disana ? semoga kamu sekeluarga baik-baik. maaf sudah sangat jarang berkirim surat, mungkin kamu sudah tahu sebabnya. maaf juga jika belakangan ini membuat perasaanmu tidak stabil lantaran selang rasa dariku yang mengalir padamu. aku memang ceroboh

aku harus mencari waktu yang tepat untuk menulis ini, kau tahu hal sesepele menulis surat saja akan jadi rumit untukku. kenapa ? karena aku ingin surat ini bernada stabil untukmu, aku tidak ingin membuat surat ini menjadi tempat keluhan yang terkirim padamu, aku harus memastikan diri bahwa aku baik-baik saja ketika menulis ini

sekarang aku juga bisa memastikan bahwa semuanya sudah selesai, semuanya sudah berjalan seperti yang memang seharusnya demikian, ini kabar baik bukan :'). lain kali aku tidak akan--sok sibuk--lagi untuk mengontrol hatiku, kali ini akan ku jaga baik-baik agar rasa itu tumbuh tinggi untuk Allah sampai akhirnya Allah menyatukan kita lalu bersama-sama kita mencintai Allah dengan sebaik-baiknya

meskipun semuanya terjadi berurutan dan membuatku kaget berkali-kali tapi aku lega, aku lega dengan semua penyelesaian yang diberikan Allah untukku, kabut dipikiranku perlahan juga menghilang, aku ingat waktu itu rasanya sudah sesak sekali

oh ya aku juga ingin memberi tahumu kalau sudah 2 pekan ini aku telah mewujudkan salah satu mimpiku untuk berbagi ilmu ke anak-anak dusun, sejak mengajar disana aku mulai berfikir bahwa ada penyelesaian yang lebih baik ketika sedang tertimpa masalah daripada curhat sana-sini, kamu mau tau ? buat orang lain bahagia maka kita akan dapat 2 bahagia, bahagia mereka dan bahagia kita. belakang aku memang jadi agak tertutup memang, entah kenapa tapi ini membuatku nyaman karena harusnya tidak perlu ada masalah yang dibagi-bagi. tapi tenang saja curhat pada Allah dan padamu adalah pengecualian kok

maaf atas ke-plin-plan-an hati yang sempat menguasai diriku, maaf atas segala rasa cemas yang secara tidak langsung bisa kau rasakan, maaf jika sebelumnya aku belum bisa menjaga hatimu, doakan aku agar tidak melakukan kesalahan yang sama :'

and now, rindu ini tidak terbagi-bagi lagi ~ jaga diri baik-baik ya disana, doaku menyertaimu :')

 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri