Kamis, 12 Juni 2014

#1 : Your princess is come back

kamu :
Apa kabar ?                (kupikir kamu marah)
kemana saja ?             (kupikir kamu makin marah)
kamu baik-baik saja kan ?       (kurasa tidak, kamu.. mengkhawatirkanku)

Aku :
Aku baik,
tidak kemana-mana
fine, thanks :')

kamu :
aku senang ketika kamu bilang akan belajar menjadi "pemaaf ulung" untuk siapapun. tapi bisakah untuk tidak mencoba-coba menjadi pembohong ulung dihadapanku ? (kata-kata yang membuat 'aku' tersentak)

Aku : 
nothing to stay, just standing

kamu :
(tersenyum manis, masih sama manisnya ketika surat-surat usang terdahulu masih terkirim rutin)
bagaimanapun, kamu tetap tidak terlihat baik-baik saja. bisakah aku menjadi sumber tumpahnya ceritamu seperti biasa ? apa ada yang meragukan dariku ? (ucapmu membuat rasaku luluh)

Aku : 
Tidak ada, aku hanya terlalu takut (lalu menangis)

------**------
 
Assalamu'alaikum wr. wb.

aku tidak tau dari mana inspirasi semua percakapan di atas, kata-katanya menyeruak saja seketika. padahal kita (aku dan kamu) ketemu pun belum pernah, saling tahupun tidak, bahkan -mungkin- tak pernah saling sapa, tidak tau kamu dimana dan kamupun tidak tau di belahan bumi mana aku sekarang kan ?

aku hanya berfikir,
kamu, iya kamu. jodohku kelak
adalah seseorang yang paling bisa memahamiku dan membuatku kembali menjadi seorang perempuan yang utuh dengan bahagia

kamu, iya kamu. jodohku kelak 
adalah seseorang yang tidak pernah bosan untuk mendengarkan hal-hal yang tidak terlalu penting apapun dalam hidupku bagi orang lain

kamu, iya kamu. jodohku kelak
seseorang yang kelebihannya menutupi kekuranganku, dan lebih ku untuk membuatmu menjadi pria yang utuh dengan bahagia

yang dengan mu, aku selalu punya alasan untuk saling membagi bahagia

==>

belakangan ini aku memang dalam kodisi yang tidak terlalu baik-baik saja, sepertinya banyak yang lupa kusyukuri. aku teledor. kamu masih suka dengan perempuan ini ?. Lama sekali memang tidak menulis surat untukmu lagi, tapi jujur saja rindu untukmu selalu ada dan ketika rindu aku sering melemparnya ke langit, berharap kamu sedang melihat langit yang sedang ku titipi rindu tanpa perlu pak pos angin yang menyampaikannya seperti biasa

aku memang salah, tidak memberitahumu dulu bahwa rindu itu kusampaikan dengan cara berbeda. kamu pasti cukup menunggu lama dan berjuang sendiri disana. aku teledor, kamu masih suka dengan perempuan ini ?. aku benar-benar minta maaf

,,,untuk surat yang ku jadikan surat #1 lagi, bolehkah aku tidak banyak bercerita ? bukan, bukan karena ada yang kuragukan darimu untuk menyimpan cerita ku, aku hanya tidak ingin menjadi orang yang terlalu banyak mengeluh lalu lupa melihat sisi hidupku yang lain yang patut aku syukuri.
 
kamu berhak mendapatkan seorang istri yang kuat untuk membersamaimu menjalani hidup yang tidak selalu mudah ini, dan aku harus belajar dari sekarang agar aku bisa menjadi sandaran yang kokoh untukmu kelak

meskipun kamu, akuyakin.. kamu bukan orang yang pandai menuntut ini itu untuk jodohmu sendiri. Pria baik :') . doakan aku untuk selalu mampu menemukan bahagia di sisi sempit hidupku agar aku tidak teledor lagi untuk mensyukuri apa yang ku punya saat ini, semoga Allah selalu melindungimu dan memudahkan urusanmu. titip salam untuk bapak dan ibu disana, semoga mereka sehat selalu :)


0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Fields of Hope
Theme by Yusuf Fikri